ad Puisi Chairil Anwar (Yang Terampas dan Yang Putus) | ORIKALKUM

Puisi Chairil Anwar (Yang Terampas dan Yang Putus)

Yang Terampas dan Yang Putus
Kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,

Malam tambah merasuk, rimba
jadi semati tugu
Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin

Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;

Tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
Tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku.

Related Posts :

  • Istilah Polisem D. Istilah Polisem Istilah polisem ialah bentuk yang memiliki  makna ganda yang bertalian. Misalnya: -    &n… Read More...
  • Contoh Pantun Beriba Hati 4. Contoh Pantun Beriba Hati:    Makan ketupat di bakul baru,    kulit tercampak ke Laut Siam.    Tuan dap… Read More...
  • Contoh Pantun adat 2. Contoh Pantun adat:    Menanam kelapa di Pulau Bukum,    tinggi sedepa sudah berbuah.    Adat bermula… Read More...
  • Gurindam Gurindam adalah salah satu bentuk pusisi Melayu Lama yang terdiri atas dua larik/baris, berima (bersajak akhir) yang sama (a-a), dan mer… Read More...
  • Pantun Agama Contoh pantun agama: Anak-anak turun sepuluh, mati seekor tinggal sembilan. Bangun pagi sembahyang subuh, minta ampun kepada Tuhan. … Read More...

0 Response to "Puisi Chairil Anwar (Yang Terampas dan Yang Putus)"

Posting Komentar